Statusternate.com – Brigjen Rafael Granada Baay ditunjuk sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) menggantikan Marsda TNI Wahyu Hidayat. Brigjen Rafael Granada Baay memiliki pengalaman di satuan elite TNI AD.

Dikutip dari laman resmi TNI AD, Rafael Granada Baay merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1993 dengan kecabangan infanteri. Putra Tidore ini lama berdinas di satuan elite TNI AD, yaitu di Kopassus.

Dia pernah menjabat Dangrup-2/Parako tahun 2015. Ia juga pernah menjadi Danrem 074/Wiratama.

Rafael Granada Baay, berdasarkan Surat Perintah Kasad Nomor Sprin/4784/XI/2019 Tanggal 20 November 2019, mendapatkan promosi menjadi Brigadir Jenderal, sebagai Aster Kaskogabwilhan I. Ia pun kemudian menjabat sebagai Direktur H Bais TNI pada 2021.

BACA JUGA  Pengamat Transportasi Sebut Biaya Transportasi Tak Bisa Dikaitkan Dengan Kenaikan Biaya Produksi


Berdasarkan Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/114/I/2023 tentang Pemberhentian Dari Dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI 31 Januari, Brigjen Rafael ditunjuk oleh Panglima TNI Yudo Margono sebagai Danpaspampres.

Sementara itu, 83 perwira di TNI lainnya yang juga dimutasi terdiri dari matra Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).

Surat keputusan Panglima TNI ini ditandatangani Kepala Setum TNI Brigjen Edy Rochmatullah atas nama Panglima TNI Laksamana Yudo Margono. Surat keputusan Panglima TNI ini diterbitkan pada Selasa, 31 Januari 2022.

Selain jabatan Danpaspampres, Yudo juga mengganti Pangkoarmada II dari Laksda T.S.N.B Hutabarat. Hutabarat dipindah tugas ke jabatan Deputi Bidang Pengkajian dan Penginderaan Setjen Wantannas.

BACA JUGA  Pengamat Transportasi Sebut Biaya Transportasi Tak Bisa Dikaitkan Dengan Kenaikan Biaya Produksi