Hat-trick Seri, Persib Frustrasi

BEKASI-KEMPALAN: Persib Bandung sepertinya belum menemukan caranya menang. Liga 1 sudah berjalan tiga pertandingan, Persib...

Hat-trick Seri, Persib Frustrasi

BEKASI-KEMPALAN: Persib Bandung sepertinya belum menemukan caranya menang. Liga 1 sudah berjalan tiga pertandingan, Persib selalu menuntaskannya dengan hasil imbang. Teranyar, Persib ditahan tanpa gol Tira-Persikabo 1973 di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Senin malam (27/9).

Dua hasil imbang sebelumnya terjadi ketika Supardi Nasir dkk menghadapi Bali United 2-2 dalam laga pertama Liga 1 musim ini (18/9), kemudian diimbangi Borneo FC tanpa gol lima hari setelahnya.

Padahal, sepanjang pertandingan, klub yang berjuluk Maung Bandung tersebut sudah melakukan 17 kali tembakan. Dari jumlah itu, hanya tujuh tembakan di antaranya yang tepat ke arah penjaga gawang Tira-Persikabo Syahrul Fadil.

Bandingkan dengan upaya Tira-Persikabo yang lebih bagus sekalipun juga gagal membuahkan gol. Dengan hanya melakukan sepuluh tembakan, enam tembakan di antaranya yang bisa tepat sasaran.

Saking sulitnya menjebol gawang Tira-Persikabo, pelatih Persib Robert Rene Alberts pun sampai tidak habis pikir. ’’Mungkin jika kami berusaha lebih keras (mencetak gol), maka itu bisa sedikit berpengaruh kepada pemain untuk menciptakan gol,’’ ungkap Robert.

Pemain Tira-Persikabo Andy Setyo yang menghalangi pemain Persib Bandung dalam laga Liga 1 di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi (27/9). Foto: Instagram Persib

’’Akan tetapi, apapun upaya kami, tetap saja tidak bisa (mencetak gol),’’ sambung pelatih yang pernah mengantarkan Arema FC menjuarai Indonesia Super League (ISL) pada musim 2009 – 2010 tersebut.

Begitu pula ketika dia mencoba mencari solusi dengan mengutak-atik posisi para pemainnya, dia masih gagal juga. Seperti saat dia menarik Esteban Vizcarra dan memasukkan Dedi Kusnandar. Adanya Dedi berimbas dengan posisi Marc Klok dan Mohammed Rashid bisa lebih ke depan.

’’Dedi (dimainkan) di gelandang bertahan, dan mendorong Klok dan Rashid bermain ke depan. Dalam skema ini, bukan berarti kami memainkan empat gelandang sekaligus. Keduanya bermain ke depan,’’ beber mantan pelatih PSM Makassar itu.

Kini, Robert ditantang untuk membawa Persib menemukan kemenangan pertamanya dalam Liga 1 musim ini. Pekan depan (2/10), klub juara Indonesia Super League 2014 itu akan berhadapan dengan PSM, mantan klub besutan Robert juga.

Setidaknya, dengan mengalahkan Laskar Juku Eja (julukan PSM), maka Persib bisa menegaskan posisinya di papan atas klasemen Liga 1. Saat ini, Persib masih tercecer di posisi ketiga dengan 9 poin koleksinya. (Yunita Mega Pratiwi)

Editor: Freddy Mutiara